Kamis, 13 April 2017

BAB 1 PENELITIAN ILMIAH

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Anak terhadap Hasil Belajar Anak
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Orang tua merupakan panutan seorang anak dalam hidupnya karena mereka belajar pertama kali pada orang tua yang terhubung dalam ikatan yang disebut keluarga. Sementara keluarga merupakan kelompok masyarakat kecil yang terbentuk oleh ikatan dua orang dewasa yang berlainan jenis kelamin, wanita dan pria serta anak – anak yang mereka lahirkan. Keluarga sangat berkontribusi dalam memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak, moral dan pendidikan anak. Pembentukan ini terolah secara perlahan dengan yang disebut pola asuh.
Menurut Tarsis Tarmudji (2005 : 1) mengungkapkan bahwa pola asuh orangtua merupakan interaksi antara anak dan orangtua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Mengasuh anak sendiri tentunya merupakan cara yang bisa dibilang beragam karena setiap orang tua memiliki cara dalam mengasuh anaknya, mulai dari yang menuntut anaknya agar harus disiplin, memberikan kebebasan kepada anak, hingga ada yang menganggap anak sebagai teman bermain. Dari berbagai cara asuh tersebut mulailah terbentuknya karakter anak secara perlahan, mulai dari kecil hingga dewasa. Hasilnya pun terkadang sesuai ekspektasi orang tua, maupun diluar ekspetasi orang tua.
Banyak orang tua beranggapan bahwa cara asuh mereka berlaku sama dan yakin membawa keberhasilan belajar pada anak, Namun pada nyatanya, tidak selalu cara asuh mereka berhasil. Banyak faktor juga yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Motivasi anak merupakan faktor penting yang menjadi penentu keberhasilan belajar.
Menurut Uno (2007), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi pada anak berpengaruh besar terhadap kemauan anak dalam belajar anak. Motivasi sendiri terkadang didasari oleh pengaruh-pengaruh tertentu seperti bagaimana kondisi, suasana, atau mood anak. Fasilitas yang disediakan orang tua juga mempengaruhi anak dalam mencapai motivasi untuk kesediaannya dalam belajar.
Selain kedua hal tersebut, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar, diantaranya adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal ialah faktor yang timbul dari dalam anak itu sendiri, yang meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang dating dari luar diri anak yang meliputi faktor sosial seperti lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan kelompok, Berdasarkan masalah diatas, penulis tertarik untuk membahas dan meneliti masalah tersebut lebih lanjut tentang Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Anak Terhadap Hasil Belajar Anak.

B. Rumusan Masalah
             Berdasarkan latar belakang penelitian ini, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah pola asuh orang tua (X1) berpengaruh terhadap hasil belajar anak (Y)?
2. Apakah motivasi anak (X2) berpengaruh terhadap hasil belajar anak (Y)?
3. Apakah pola asuh orang tua (X1) dan motivasi anak (X2) berpengaruh terhadap hasil belajar anak (Y)?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang :
1. Pengaruh pola asuh orang tua terhadap hasil belajar anak.
2. Pengaruh motivasi anak terhadap hasil belajar  anak.
3. Pengaruh pola asuh orang tua dan motivasi anak terhadap hasil belajar anak.
D. Manfaat Penelitian
Diharapkan dalam suatu penelitian dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Manfaat Teoritis
Pada manfaat ini diharapkan karya ilmiah ini dapat memberikan sebuah kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya pengaruh pola asuh orang tua dan motivasi anak terhadap hasil belajar anak
2. Manfaat Praktis.
Dalam hal ini dapat memberikan informasi mengenai pengaruh pola asuh orang tua dan motivasi anak terhadap hasil belajar anak.



Selasa, 14 Maret 2017

Cerita Rakyat

Pengertian
Menurut Djamaris (1993 : 15) mengatakan bahwa cerita rakyat adalah golongan cerita  yang hidup dan berkembang secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Disebut cerita rakyat karena cerita ini hidup di kalangan rakyat dan hampir semua lapisan masyarakat mengenal cerita itu. Cerita rakyat milik masyarakat bukan milik seseorang.
          Sementara pengertian legenda ialah adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklore.
          Dengan demikian, yang membedakan legenda dengan cerita rakyat terletak pada kepercayaan suatu peristiwa itu benar-benar terjadi, walau tanpa bukti yang cukup.

Contoh cerita rakyat : Maling Malin kundang



                                                  Malin jahat.jipegg

         
          Malin kundang bercerita tentang seorang anak yang pergi merantau untuk mengubah nasib dia dan ibunya. Namun setelah sukses merantau menjadi orang kaya, malin menjadi durhaka dan tak mau menganggap ibunya. Ibunya kemudian dengan kekuatan bulan berubah menjadi sailor moon dan menghukum malin mengutuk malin menjadi batu.
          Pesan moral dari cerita ini ialah jangan durhaka terhadap orang tua.




http://olmanperidianxxx.blogspot.co.id/2011/12/pengertian-cerita-rakyat.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Legenda


http://www.lokerseni.web.id/2012/01/cerita-rakyat-maling-kundang.html

Kamis, 12 Januari 2017

Psikoterapi Online

Pengertian
   Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.

Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.

Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli atau konselor kepada individu yang mengalami suatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien (Prayitno dan Erman Amti, 2004). Dibandingkan dengan psikoterapi, konseling lebih berurusan dengan klien yang mengalami masalah yang tidak terlalu berat. Secara umum psikoterepi dan konseling sama-sama membantu klien dalam menyelesaikan masalah kejiawaan, pikiran, atau mental.

Umumnya psikoterapi dan konseling dilakukan secara tatap muka atau Face to Face (FtF). Namun pada saat ini, perkembangan teknologi informasi dibidang kesehatan memungkinkan penyelenggaraan terapi dan konseling melalui format jarak jauh yang dibantu teknologi yang selanjutnya dikenal dengan e-terapi dan e-konseling. E-terapi dan e-konseling meliputi beberapa jenis kontak pribadi dengan terapis yang mengikuti perkembangan klien dan selalu siap untuk menjawab pertanyaan, misalnya melalui email, telepon, atau pertemuan tatap muka yang sedikit terbatas.

Istilah e-konseling berasal dari bahasa inggris yaitu e-counseling (electronic counseling) yang secara singkat dapat diartikan sebagai proses penyelenggaraan konseling secara elekronik atau menggunakan perangakat seperti computer yang terkoneksi dengan internet. Koutsonika (2009; dalam Ifdil, 2013), menyebutkan bahwa konseling online (e-konseling) pertama kali muncul pada tahun 1960 dan 1970 dengan perangkat lunak program Eliza dan Parry.

Kondisi perkembangan internet yang membawa dampak pada pelayanan psikoterapi dan konseling dibuktikan dengan munculnya lebih dari 200.000 website penyedia terapi dan konseling online di seluruh dunia, dengan menyediakan ribuan terapis dan konselor yang siap membantu individu dengan berbagai permasalahannya (Pittu Laungani, 2004; dalam Zadrian dan Frischa, 2013)

Menurut Ifdil (2013), e-konseling cukup efektif jika pemasalahan yang dihadapi membutuhkan penyelesaian dengan segera sementara tidak ada kesempatan atau terkendala jarak untuk tidak dapat melakukan Face to Face. Dan ketika konseling online atau e-konseling dilakukan dengan media yang lengkap (seperti menggunakan video call) dengan didukung tersedianya jaringan internet yang sangat cepat, hal ini hampir sama engan melakukan konseling Face to Face.

Kekurangan e-terapi dan e-konseling diantaranya sangat tergantung dengan dukungan media, jika media yang digunakan tidak bermasalah maka konseling akan mudah dilakukan. Namun, jika terjadi mati listrik, koneksi internet yang terganggu, atau terjadinya kerusakan pada perangkat yang digunakan, maka e-terapi atau e-konseling akan mengalami hambatan, bahkan tidak dapat dilakukan


Sumber :

http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-psikoterapi-,6

http://nursyifafadhila.blogspot.co.id/2014/10/psikoterapi-dan-konseling-melalui.html





Tes Psikologi Online


ipersonic.net
          Website ini menyediakan tes kepribadian secara gratis dengan memberikan empat pilihan pernyataan yang bila dipilih akan mempengaruhi hasil daripada tes tersebut.
Tampilan awal website.


Ada empat langkah alias empat pernyataan yang mana setiap langkah harus memilih salah satu dari dua pernyataan.


Setelah selesai mengerjakan,maka hasilnya akan langsung keluar tipe kepribadian pengguna tes tersebut.


Kelebihan & Dampak positif
      - GRATIS!!!!!!!!(saya suka yang gratis).
     - Memudahkan individu yang ingin mengakses/mencoba tes-tes kepribadian.
     - Dapat menjadi bahan evaluasi diri.

Kekurangan & Dampak negatif
     - Hasil tes tidak bersifat tertutup, karena dapat dilihat orang lain,(bahkan bisa dishare ke sosial media ,kesannya pamer,takabur,riya dll).  
     - Hasil yang kurang akurat karena tidak dilakukan oleh seorang pengawas.
     - Pengguna bisa mengulang tes berkali-kali sampai mendapat hasil yang ia mau walau tak sesuai.


Sumber
ipersonic.net



Kamis, 10 November 2016

PTI Interpersonal 2

Psikologi Ketertarikan Interpersonal dalam Internet
          Dalam berinternet para netter/netizen diberikan banyaknya fitur internet seperti surel, chatting, gaming, serta jejaring sosial. Dalam menggunakan fitur tersebut kita biasanya tidaklah sendiri, melainkan kita bertemu netter/netizen lain baik secara langsung maupun tidak langsung dan karena hal tersebut muncullah komunikasi diantara para netter karena desakan kebutuhan manusia seperti kebutuhan akan aktualisasi diri dan kebutuhan akan eksistensi orang lain. Dari komunikasi itulah timbul ketertarikan antara netter satu dengan lainnya seperti seorang gamer yang menjagokan karakter buatan orang lain yang jauh lebih kuat dari karakter game yang ia buat, atau seorang pengguna jejaring sosial yang tertarik dengan lawan jenis setelah melihat gambar profil orang lain yang dianggapnya menarik, bahkan dengan fitur teleconference yang juga disediakan dalam berinternet menambah peluang terjadinya ketertarikan antara netter satu dengan lainnya.

Hambatan Psikologi dalam Interpersonal-Online Relation
       Sejalan berkembangnya ketertarikan interpersonal dalam internet muncullah suatu hubungan seperti pertemanan, murid-guru, kelompok, hubungan kerja, bahkan hubungan kekasih. Namun dalam berjalannya hubungan tersebut tidak sepenuhnya lancar jaya nan aman, bahkan ada beberapa kejadian dimana suatu hubungan harus hancur karena beberapa hal yaitu :

Identitas Palsu,Hode dalam dunia maya seorang netter dapat menggunakan identitas palsu seperti identitas palsu yang dibuat seseorang pada akun sosial medianya, atau bisa juga orang tersebut memalsukan sebagian statusnya seperti seorang yang telah menikan memasang status single pada sosial medianya untuk mencari perhatian orang lain atau memudahkannya mencapai sesuatu.

Kurang Terjaminnya Komitmen, setiap hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat mengikat. Dalam dunia maya seseorang bisa saja berjanji dan kemudian menghilang begitu saja tanpa jejak dan melupakan semua kesepakatan seperti pada kegiatan jual beli online sering terjadi penipuan dimana korban telah menyetor uang tetapi barang tidak dikirim atau sebaliknya, dan kemudian penjual atau pembeli yang belum memenuhi janjinya itu menghilang ditelan kegelapan.

Kurang Berlakunya Norma dan Etika, sering jika anda berkunjung ke situs tertentu seperti berita online (yahoo,kompas,okezone/dan lainnya) dimana situs tersebut memberikan informasi tentang suatu hal mengenai suatu agama, ragam, atau suku maka biasanya anda akan menemui komentar-komentar yang diketik dengan sembarangan eksplisit dimana pada komentar tersebut menjelek-jelekkan suatu RAS, baik komentar pro ataupun kontra.

Perilaku Negatif dalam Interpersonal Online-Relation
        Selain adanya hambatan dalam terjalinnya hubungan di dunia maya di dalamnya juga terdapat beberapa perilaku negatif seperti :

Cyber Cheating, atau perselingkuhan yang terjadi di internet dapat terjadi ketika seseorang yang telah memiliki pasangan memiliki hubungan yang dekat pula dengan orang lain. Misalkan seorang istri memiliki akun jejaring sosial dimana mantannya masih terdaftar dalam daftar temanya dan selama ini dia sering chatting dengan kata-kata mesra dan menggoda dengan mantannya itu, maka hal tersebut dapat dikatakan dengan cyber-cheating.

Cyber Flirting, atau merayu yang dilakukan dalam dunia maya. cyber flirting adalah suatu hal yang umum yang terjadi di jejaring sosial bahkan game. Namun dalam terjadinya banyak terjadi ketidak amanan yang membuatnya dikategorikan sebagai perilaku negatif, contohnya adalah dalam cyber flirting orang bisa menggunakan bahasa yang tidak pantas, ditambah lagi jika dalam terjadinya terdapat kepalsuan identitas maka semakin menjadi perilaku negatif cyber flirting tersebut.


 Salah satu cara terhidar dari Cyber Flirting


Atau......


Perilaku negatif yang menimbulkan sikap SARA,Kurang adanya norma dan etika ketika kita berkomunikasi bisa saja menimbulkan ucapan atau sikap yang antinya akan merujuk kepada arah yang menjelekkan suku, agama, atau ras. contoh : debat difacebook tentang suatu hal yang sebenarnya tak perlu didebatkan.(gambar terlalu "menyerang" sehingga tidak bisa ditampilkan.Apabila bersikeras ingin melihat,bisa mengetik di keyword google : debat dalamfacebook,kemudian pilih bagian image)


Computer Supported Cooperative Work

    CSCW pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul baik secara psikologi maupun sosial.

Dengan CSCW maka groupware dapat dimaksimalkan dengan kakas dan teknik yang dikembangkan oleh CSCW tersebut. Sehingga sistem kerja kelompok yang terkoneksi internet bisa dimaksimalkan serta dicari pengembangannya lebih lanjut.


Sumber

http://afiantika.blogspot.com/2012/11/perilaku-negatif-dalam-interpersonal.html

https://deathneverlost.wordpress.com/2012/11/18/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-interpersonal/


Rabu, 19 Oktober 2016

PTI Dalam Lingkup Intrapersonal 1


Peran Sosial-Individu dalam Internet

        Menurut Edwin P. Holiander, Pengertian perilaku prososial adalah segala bentuk tindakan positif yang diberikan pada orang lain tanpa keinginan untuk memperoleh imbalan untuk kepentingan diri sendiri.Prososial bisa terjadi karena ada nya Empati , Norma sosial dan Perkembangan Kognisi seseorang dimana perilaku menolong lebih didasarkan, kepada pertimbangan hasil.Semakin dewasa anak itu semakin tinggi kemampuannya untuik berfikir abstrak, semakin mampu ia untuk mempertimbangkan usaha atau biaya yang harus ia korbankan. Untuk perilaku menolong itu jika seseorang merasa mampu, maka ia cenderung menolong jika seseorang merasa tidak mempu maka seseorang cenderung utuk tidak menolong. Perilaku prososial mencakup kategori yang lebih luas yaitu meliputi segala bentuk tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong dan bermanfaat bagi orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif si penolong. Determinisme teknologi karena melihat teknologi sebagai besar ‘penggerak dan pengocok’ balik transformasi sosial yang besar pada tingkat intuisi, interaksi sosial dan kognisi individu.

Dampak Negatif Penggunaan Internet

Antisosial
     Adanya internet dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat kita menjadi anti sosial. Munculnya antisosial ini dapat ditunjukkan generasi internet lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menjelajahi dunia maya dari pada bersosialisasi di luar. Orang yang kecanduan menggunakan internet ini biasanya dia akan sibuk dengan dirinya sendiri dan dia lupa akan kegiatan pergaulan sosialnya diluar. Mengurangi sifat sosial manusia karena manusia cenderung lebih suka berkomunikasi lewat internet dibandingkan bertemu secara langsung (face to face).
     Perilaku antisosial merupakan perilaku menentang kepada norma-norma yang sedang berlaku dalam masyarakat dan prilaku antisosial sebagai perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum yang merujuk pada perilaku.

Contoh perilaku antisosial diinternet pada remaja meliputi :

Dalam penggunaan internet melakukan kegiatan ilegal seperti menjual produk palsu atau bersinggungan dengan materi pornografi.

Intimidasi oranglain  (cyberbullying), misalnya, mendistribusikan laporan memfitnah terhadap orang tertentu.

Pornografi
     Pornografi adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi. Seseorang yang cenderung suka membuka situs pornografi sangat sulit untuk mengendalikan nafsu yang ada didalam dirinya, hal ini bisa saja menjadikan pergeseran moral. Dan bisa saja melakukan hal yang tidak terkendali karena nafsu mereka yang sering melihat pornografi sehingga memancing dirinya untuk melakukan hal yang tidak sepatutnya dilakukan.
     Mengakses yang berbau pornografi sangatlah mudah untuk di dapatkan atau dilihat misalnya dengan membuka youtube kita dapat membuka atau melihat video porno yang sudah banyak beredar. Di internet pun kita juga dapat melihat gambar-gambar porno atau gambar yang tidak sewajarnya untuk dilihat. Bagi anak-anak yang masih remaja membuka atau melihat gambar ataupun video porno adalah hal yang wajar tetapi dari kewajaran tersebut akan meyebabkan banyaknya pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur ataupun remaja, karena mereka mendapatkan pendidikan seks ini dari berbagai sumber yang menyesatkan terutama yang terdapat di dunia maya.                               


Gambling
     Gambling atau berjudi adalah mainannya setan waktu bosan menggoda manusia sebuah permainan/taruhan dengan hasil yang tidak pasti dengan tujuan utama untuk memenangkan uang tambahan atau barang.Sekarang ini banyak sekali situs-situs perjudian secara daring yang dapat diakses dengan mudah.



Judi....AWWW


Deindividuasi
       Menurut Festinger, Pepitone& newcomb,Deindividuasi adalah keadaan hilangnya kesadaran akan diri sendiri (self awareness) dan pengertian evaluatif terhadap diri sendiri (evaluation apprehension) dalam situasi kelompok yang memungkinkan anonimitas dan mengalihkan atau menjauhkan perhatian dari individu. Bisa dibilang Suatu proses hilangnya kesadaran individu karena melebur di dalam kelompok atau bisa dikatakan sebagai pikiran kolektif. Mencakup atas hilangnya tanggung jawab pribadi dan meningkatnya kepekaan atas tindakan kelompok. Seseorang akan merasa bahwa dirinyalah yang lebih baik dari orang lain (sombong), dan cenderung tidak perduli terhadap orang lain.        



Sumber

https://marshamarthen.wordpress.com/2016/10/07/pti-dalam-lingkup-intrapersonal-1/

http://putrinadiaanggraeni.blogspot.sg/2016/10/pti-dalam-lingkup-intrapersonal-1.html

http://sitisoleha0110.blogspot.sg/2016/10/pti-dalam-lingkup-intrapersonal-1.html?view=flipcard




     

Minggu, 02 Oktober 2016

Layanan Aplikasi Internet


Internet,seperti yang kita ketahui ialah surga dunia salah satu bentuk berbagai macam informasi yang berasal dari seluruh dunia.Layanan internetpun juga sangat beragam.Berikut berbagai contoh layanan Internet,


WWW
          Mempunyai kepanjangan World Wide Web adalah Layanan internet yang  sangat populer di tengah-tengah masyarakat, layanan ini memungkinan kita semua bisa menjelajahi halaman website yang ada di internet.Dapat disimpulkan bahwa WWW adalah sekelompok dokumen multimedia yang saling bertautan dengan menggunakan tautan hiperteks atau hyperlink. Dengan mengeklik hyperlink, maka para pengguna bisa berpindah dari satu dokumen ke dokumen lainnya.

Email
          Kepanjangan dari Electronic Mail adalah surat yang harus dicolokan kelistrik salah satu media yang digunakan untuk mengirim pesan secara daring(online).Cara kerjanya mirip dengan SMS pada handphone.Salah satu layanan email yang cukup terkenal ialah Yahoo dan Gmail.

Search Engine
          Sebuah software atau aplikasi yang digunakan untuk mengakses internet.Salah satu search engine yang terkenal ialah Google.Contoh lainnya ialah MSN dan Bing.

Chatting
          Suatu kegiatan dimana pengguna internet berbincang melalu teks satu sama lain diinternet.Salah satu contohnya ialah Facebook,dan IRC.

Netiquette
          Adalah aturan atau etika dalam berinternet. aturan ini menyangkut batasan dan cara yang baik dan benar dalam memanfaatkan fasilitas Internet. Seperti hal umum, netiquette adalah aturan dalam komunitas, artinya disini internet adalah kumpulan komunitas.  Di dalam komunitas diperlukan  aturan yang harus dipatuhi agar tidak terjadi konflik.Satu aturan emas dalam berinternet ialah “Jangan terlalu mudah percaya dengan internet.


 Apa menurut kalian yang membuat quote ini Abe. Lincoln sungguhan?


 Sumber