Sistem Informasi Psikologi 2
Blognya Blog
Senin, 14 Januari 2019
Selasa, 23 Oktober 2018
Sistem Informasi Psikologi 1
1. PENGERTIAN SISTEM
Menurut
Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit lainnya yang saling berhubungan
satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan
dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Selain
itu, menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah suatu jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Sedangkan
menurut Poerwadarminta (2003) sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang
berupa alat dan lain sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan
tertentu.
Berdasarkan
pengertian beberapa tokoh tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah
sekelompok bagian-bagian yang menyatu secara kompleks dan rapi untuk melakukan
kegiatan guna mencapai tujuan tertentu.
2. PENGERTIAN INFORMASI
Menurut
Jogiyanto (2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk
yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk para pengambil keputusan.
Menurut
Alamsyah (2005) informasi adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu
sesuai dengan bentuk yang diperlukan.
Selain
itu, menurut Bodnar & Hopwood (2000) informasi merupakan data yang diolah
sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan
yang tepat dan benar.
Begitu
pula menurut Sutabri (2012) informasi adalah data yang diolah dan
diinterpretasikan untuk mengambil sebuah keputusan.
Berdasarkan
pengertian menurut tokoh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi adalah
hasil pengolahan data yang diolah dengan cara tertentu lalu diinterpretasikan
untuk digunakan dalam pengambilan keputusan.
3. PENGERTIAN PSIKOLOGI
Menurut
Muhibbinsyah (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah
laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok,
dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku
yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan
lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir,
berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Clifford
T. Morgan (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang
mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
Sedangkan
Gardner Murphy (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu
yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap
lingkungannya.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku
terbuka dan tertutup manusia baik secara individu maupun kelompok.
4. SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
Berdasarkan pengertian istilah-istilah diatas, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat
kombinasi dari manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai
perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk
tujuan tertentu.
Adapun contoh sistem informasi psikologi dalam kehidupan sehari-hari :
Daftar Pustaka
Alamsyah,
Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka
Utama
Bodnar,
G. H., & Hopwood, W. S. (2000). Sistem informasi akutansi, terjemahan
Amir Abadi Jusuf, Rudi M. Tambunan. Jakarta : Salemba Empat
Gaol,
J.L. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta : PT Gramedia
Jogiyanto.
(2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta : Penerbit Andi
Muhibbinsyah.
(2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Poerwadarminta,
W.J.S. (2003). Kamus umum bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Sarwono,
S. W. (2009). Pengantar psikologi umum. Jakarta : Rajawali Pers
Sutabri,
T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta : Penerbit Andi
Jumat, 07 Juli 2017
Contoh Nyata dari Dampak IPTEK bagi kehidupan diberbagai bidang
Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) tentunya sudah mendunia dan tidak bisa terhindari lagi. Bahkan di daerah terpencil, sudah mulai terasa dampak dari perkembangan itu sendiri. Sebagai Negara yang terkena dampak itu sendiri, salah satu cara untuk menyikapi hal tersebut ialah menggunakan sebaik-baiknya perkembangan dari IPTEK itu sendiri. Adapun berbagai macam bidang yang mulai menunjukan pesona “modern” dari perkembangan IPTEK itu sendiri. Beberapa bidang tersebut merupai bidang sosial, ekonomi, dan juga budaya.
Sosial
Media komunikasi yang bersifat secara daring yaitu sosial media. Perkembangan IPTEK memberikan kontribusi cukup besar dalam dunia sosial dan komunikasi. Mulai dari munculnya media kertas yang digunakan untuk menyampaikan informasi yang diperlukan, Penggunaan sinyal dari frekuensi tertentu, hingga akhirnya memasuki zaman penggunaan sosial media sebagai sumber utama kegiatan dan interaksi sosial. Khususnya didaerah perkotaan, sosial media sudah menjadi kewajiban bagi banyak orang.
Sosial
Media komunikasi yang bersifat secara daring yaitu sosial media. Perkembangan IPTEK memberikan kontribusi cukup besar dalam dunia sosial dan komunikasi. Mulai dari munculnya media kertas yang digunakan untuk menyampaikan informasi yang diperlukan, Penggunaan sinyal dari frekuensi tertentu, hingga akhirnya memasuki zaman penggunaan sosial media sebagai sumber utama kegiatan dan interaksi sosial. Khususnya didaerah perkotaan, sosial media sudah menjadi kewajiban bagi banyak orang.
Dampak yang dihasilkan dari perkembangan inipun, ada yang baik, maupun yang kurang baik. Adapun dampak baiknya seperti “Menurut hasil penelitian yang dikutip dari women'shealth.com 21 persen wanita yang menggunakan media sosial Twitter memiliki kecenderungan stres lebih rendah dari pada wanita yang tidak menggunakan media sosial.”
Ekonomi
Dalam dunia ekonomi, sumber utama permasalahan ialah pemasukan dan pengeluaran. Perkembangan IPTEK juga membawa pengaruh besar dibidang ini. Saat ini, siapa yang tidak kenal dengan istilah e-Commerce atau yang lebih mudahnya jual-beli secara online. Kegiatan ini membawa Impact yang sangat luar biasa pada dunia jual-beli. Sekarang ini, kita bisa dengan mudahnya membeli atau menjual barang ke luar negeri melalui situs jual beli seperti Amazon, eBay, dan semacamnya.
Kemudahan lain yang didapat yaitu dalam dunia perbankan. Sekarang ini banyak orang yang menggunakan ponsel mereka dalam melakukan transaksi baik jasa, maupun barang. Istilah ini disebut dengan Mobile Banking.
Budaya
Muncul-hilangnya budaya sebagaimana dari efek perkembangan IPTEK sudah menjadi hal yang bisa dibilang pasti dalam proses terjadinya hal itu sendiri. Tekanan terkuat dalam hal ini ialah berubahnya gaya hidup. Di zaman yang serba online ini, masyarakat menumbuhkan segala karsanya pada dunia daring yang akhirnya menjadikannya salah satu dari keharusannya. Kepemilikan ponsel genggam ataupun kendaraan bermotor sekarang ini sudah menjadi kewajiban tersendiri. Pola konsumtif yang semakin kuat mendorong masyarakat agar semakin menggunakan kebutuhan itu sendiri. Terlepas dari semua itu, manfaat baik perkembangan IPTEK itu sendiri juga menjadi katrol yang membantu mengambil air disumur. Informasi bisa dengan mudah didapat, komunikasi menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Baik-buruknya perkembangan IPTEK bergantung pada kita sebagai masyarakat dalam menyikapinya.
Sumber :
Kamis, 13 April 2017
BAB 1 PENELITIAN ILMIAH
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Anak terhadap Hasil Belajar
Anak
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Orang tua merupakan panutan seorang anak
dalam hidupnya karena mereka belajar pertama kali pada orang tua yang terhubung
dalam ikatan yang disebut keluarga. Sementara keluarga merupakan kelompok
masyarakat kecil yang terbentuk oleh ikatan dua orang dewasa yang berlainan
jenis kelamin, wanita dan pria serta anak – anak yang mereka lahirkan. Keluarga
sangat berkontribusi dalam memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak,
moral dan pendidikan anak. Pembentukan ini terolah secara perlahan dengan yang
disebut pola asuh.
Menurut Tarsis Tarmudji (2005 : 1)
mengungkapkan bahwa pola asuh orangtua merupakan interaksi antara anak dan
orangtua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Mengasuh anak sendiri tentunya
merupakan cara yang bisa dibilang beragam karena setiap orang tua memiliki cara
dalam mengasuh anaknya, mulai dari yang menuntut anaknya agar harus disiplin,
memberikan kebebasan kepada anak, hingga ada yang menganggap anak sebagai teman
bermain. Dari berbagai cara asuh tersebut mulailah terbentuknya karakter anak
secara perlahan, mulai dari kecil hingga dewasa. Hasilnya pun terkadang sesuai
ekspektasi orang tua, maupun diluar ekspetasi orang tua.
Banyak orang tua beranggapan bahwa cara
asuh mereka berlaku sama dan yakin membawa keberhasilan belajar pada anak,
Namun pada nyatanya, tidak selalu cara asuh mereka berhasil. Banyak faktor juga
yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Motivasi anak merupakan faktor penting
yang menjadi penentu keberhasilan belajar.
Menurut Uno (2007), motivasi dapat
diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang
diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan
dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi pada anak berpengaruh
besar terhadap kemauan anak dalam belajar anak. Motivasi sendiri terkadang
didasari oleh pengaruh-pengaruh tertentu seperti bagaimana kondisi, suasana,
atau mood anak. Fasilitas yang disediakan orang tua juga mempengaruhi anak
dalam mencapai motivasi untuk kesediaannya dalam belajar.
Selain kedua hal tersebut, terdapat
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar, diantaranya
adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal ialah faktor yang timbul
dari dalam anak itu sendiri, yang meliputi faktor fisiologis dan faktor
psikologis. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang dating dari luar diri
anak yang meliputi faktor sosial seperti lingkungan keluarga, sekolah,
masyarakat dan kelompok, Berdasarkan masalah diatas, penulis tertarik untuk
membahas dan meneliti masalah tersebut lebih lanjut tentang Pengaruh Pola Asuh
Orang Tua dan Motivasi Anak Terhadap Hasil Belajar Anak.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
penelitian ini, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah pola asuh orang tua (X1) berpengaruh terhadap
hasil belajar anak (Y)?
2. Apakah motivasi anak (X2) berpengaruh terhadap hasil
belajar anak (Y)?
3. Apakah pola asuh orang tua (X1) dan motivasi anak (X2)
berpengaruh terhadap hasil belajar anak (Y)?
C.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang :
1.
Pengaruh pola asuh orang tua terhadap hasil belajar anak.
2.
Pengaruh motivasi anak terhadap hasil belajar anak.
3.
Pengaruh pola asuh orang tua dan motivasi anak terhadap hasil belajar anak.
D. Manfaat Penelitian
Diharapkan dalam suatu penelitian dapat memberikan sesuatu yang
bermanfaat. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1.
Manfaat Teoritis
Pada
manfaat ini diharapkan karya ilmiah ini dapat memberikan sebuah kontribusi bagi
perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya pengaruh pola asuh orang tua dan
motivasi anak terhadap hasil belajar anak
2.
Manfaat Praktis.
Dalam
hal ini dapat memberikan informasi mengenai pengaruh pola asuh orang tua dan motivasi
anak terhadap hasil belajar anak.
Selasa, 14 Maret 2017
Cerita Rakyat
Pengertian
Menurut Djamaris (1993 : 15) mengatakan
bahwa cerita rakyat adalah golongan cerita
yang hidup dan berkembang secara turun temurun dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Disebut cerita rakyat karena cerita ini hidup di kalangan
rakyat dan hampir semua lapisan masyarakat mengenal cerita itu. Cerita rakyat
milik masyarakat bukan milik seseorang.
Sementara
pengertian legenda ialah adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang
mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu,
legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk
history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah
mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh
karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi
sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari
yang mengandung sifat-sifat folklore.
Dengan
demikian, yang membedakan legenda dengan cerita rakyat terletak pada
kepercayaan suatu peristiwa itu benar-benar terjadi, walau tanpa bukti yang
cukup.
Malin
kundang bercerita tentang seorang anak yang pergi merantau untuk mengubah nasib
dia dan ibunya. Namun setelah sukses merantau menjadi orang kaya, malin menjadi
durhaka dan tak mau menganggap ibunya. Ibunya kemudian dengan kekuatan bulan berubah menjadi sailor moon dan menghukum malin mengutuk malin menjadi batu.
Pesan
moral dari cerita ini ialah jangan durhaka terhadap orang tua.
http://olmanperidianxxx.blogspot.co.id/2011/12/pengertian-cerita-rakyat.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Legenda
http://www.lokerseni.web.id/2012/01/cerita-rakyat-maling-kundang.html
Kamis, 12 Januari 2017
Psikoterapi Online
Pengertian
Psikoterapi adalah usaha
penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku.
Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche"
yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya
penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut
juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.
Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau
lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki
keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan
ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara
profesional dan legal.
Orang yang melakukan psikoterapi
disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan
dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu
psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.
konseling adalah proses pemberian
bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli atau konselor kepada individu yang
mengalami suatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya
masalah yang dihadapi klien (Prayitno dan Erman Amti, 2004). Dibandingkan
dengan psikoterapi, konseling lebih berurusan dengan klien yang mengalami
masalah yang tidak terlalu berat. Secara umum psikoterepi dan konseling
sama-sama membantu klien dalam menyelesaikan masalah kejiawaan, pikiran, atau
mental.
Umumnya psikoterapi dan konseling
dilakukan secara tatap muka atau Face to Face (FtF). Namun pada saat ini,
perkembangan teknologi informasi dibidang kesehatan memungkinkan
penyelenggaraan terapi dan konseling melalui format jarak jauh yang dibantu
teknologi yang selanjutnya dikenal dengan e-terapi dan e-konseling. E-terapi
dan e-konseling meliputi beberapa jenis kontak pribadi dengan terapis yang
mengikuti perkembangan klien dan selalu siap untuk menjawab pertanyaan, misalnya
melalui email, telepon, atau pertemuan tatap muka yang sedikit terbatas.
Istilah e-konseling berasal dari
bahasa inggris yaitu e-counseling (electronic counseling) yang secara singkat
dapat diartikan sebagai proses penyelenggaraan konseling secara elekronik atau
menggunakan perangakat seperti computer yang terkoneksi dengan internet.
Koutsonika (2009; dalam Ifdil, 2013), menyebutkan bahwa konseling online
(e-konseling) pertama kali muncul pada tahun 1960 dan 1970 dengan perangkat
lunak program Eliza dan Parry.
Menurut Ifdil (2013), e-konseling cukup efektif
jika pemasalahan yang dihadapi membutuhkan penyelesaian dengan segera sementara
tidak ada kesempatan atau terkendala jarak untuk tidak dapat melakukan Face to
Face. Dan ketika konseling online atau e-konseling dilakukan dengan media yang
lengkap (seperti menggunakan video call) dengan didukung tersedianya jaringan
internet yang sangat cepat, hal ini hampir sama engan melakukan konseling Face
to Face.
Kekurangan e-terapi dan e-konseling diantaranya
sangat tergantung dengan dukungan media, jika media yang digunakan tidak
bermasalah maka konseling akan mudah dilakukan. Namun, jika terjadi mati
listrik, koneksi internet yang terganggu, atau terjadinya kerusakan pada
perangkat yang digunakan, maka e-terapi atau e-konseling akan mengalami
hambatan, bahkan tidak dapat dilakukan
Sumber :
http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-psikoterapi-,6
http://nursyifafadhila.blogspot.co.id/2014/10/psikoterapi-dan-konseling-melalui.html
Tes Psikologi Online
ipersonic.net
Website ini menyediakan tes kepribadian secara gratis dengan memberikan empat pilihan pernyataan yang bila dipilih akan mempengaruhi hasil daripada tes tersebut.
Tampilan awal website.
Ada empat langkah alias empat pernyataan yang mana setiap langkah harus memilih salah satu dari dua pernyataan.
Setelah selesai mengerjakan,maka hasilnya akan langsung keluar tipe kepribadian pengguna tes tersebut.
Kelebihan & Dampak positif
- GRATIS!!!!!!!!(saya suka yang gratis).
- Memudahkan individu yang ingin mengakses/mencoba tes-tes kepribadian.
- Dapat menjadi bahan evaluasi diri.
Kekurangan & Dampak negatif
- Hasil tes tidak bersifat tertutup, karena dapat dilihat orang lain,(bahkan bisa dishare ke sosial media ,kesannya pamer,takabur,riya dll).
- Hasil yang kurang akurat karena tidak dilakukan oleh seorang pengawas.
- Pengguna bisa mengulang tes berkali-kali sampai mendapat hasil yang ia mau walau tak sesuai.
Sumber
ipersonic.net
Langganan:
Postingan (Atom)





