Selasa, 23 Oktober 2018

Sistem Informasi Psikologi 1


1. PENGERTIAN SISTEM
Menurut Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Selain itu, menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Sedangkan menurut Poerwadarminta (2003) sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berupa alat dan lain sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu.
Berdasarkan pengertian beberapa tokoh tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang menyatu secara kompleks dan rapi untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan tertentu.

2. PENGERTIAN INFORMASI
Menurut Jogiyanto (2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk para pengambil keputusan.
Menurut Alamsyah (2005) informasi adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu sesuai dengan bentuk yang diperlukan.
Selain itu, menurut Bodnar & Hopwood (2000) informasi merupakan data yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dan benar.
Begitu pula menurut Sutabri (2012) informasi adalah data yang diolah dan diinterpretasikan untuk mengambil sebuah keputusan.
Berdasarkan pengertian menurut tokoh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang diolah dengan cara tertentu lalu diinterpretasikan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan.

3. PENGERTIAN PSIKOLOGI
Menurut Muhibbinsyah (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Clifford T. Morgan (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
Sedangkan Gardner Murphy (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku terbuka dan tertutup manusia baik secara individu maupun kelompok.

4. SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
            Berdasarkan pengertian istilah-istilah diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat kombinasi dari manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

Adapun contoh sistem informasi psikologi dalam kehidupan sehari-hari :





Daftar Pustaka

Alamsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2000). Sistem informasi akutansi, terjemahan Amir Abadi Jusuf, Rudi M. Tambunan. Jakarta : Salemba Empat
Gaol, J.L. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta : PT Gramedia
Jogiyanto. (2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta : Penerbit Andi
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Poerwadarminta, W.J.S. (2003). Kamus umum bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Sarwono, S. W. (2009). Pengantar psikologi umum. Jakarta : Rajawali Pers
Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta : Penerbit Andi

Jumat, 07 Juli 2017

Contoh Nyata dari Dampak IPTEK bagi kehidupan diberbagai bidang

           
Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) tentunya sudah mendunia dan tidak bisa terhindari lagi. Bahkan di daerah terpencil, sudah mulai terasa dampak dari perkembangan itu sendiri. Sebagai Negara yang terkena dampak itu sendiri, salah satu cara untuk menyikapi hal tersebut ialah menggunakan sebaik-baiknya perkembangan dari IPTEK itu sendiri. Adapun berbagai macam bidang yang mulai menunjukan pesona “modern” dari perkembangan IPTEK itu sendiri. Beberapa bidang tersebut merupai bidang sosial, ekonomi, dan juga budaya.



Sosial
           Media komunikasi yang bersifat secara daring yaitu sosial media. Perkembangan IPTEK memberikan kontribusi cukup besar dalam dunia sosial dan komunikasi. Mulai dari munculnya media kertas yang digunakan untuk menyampaikan informasi yang diperlukan, Penggunaan sinyal dari frekuensi tertentu, hingga akhirnya memasuki zaman penggunaan sosial media sebagai sumber utama kegiatan dan interaksi sosial. Khususnya didaerah perkotaan, sosial media sudah menjadi kewajiban bagi banyak orang.
Dampak yang dihasilkan dari perkembangan inipun, ada yang baik, maupun yang kurang baik. Adapun dampak baiknya seperti “Menurut hasil penelitian yang dikutip dari women'shealth.com 21 persen wanita yang menggunakan media sosial Twitter memiliki kecenderungan stres lebih rendah dari pada wanita yang tidak menggunakan media sosial.”


Ekonomi
Dalam dunia ekonomi, sumber utama permasalahan ialah pemasukan dan pengeluaran. Perkembangan IPTEK juga membawa pengaruh besar dibidang ini. Saat ini, siapa yang tidak kenal dengan istilah e-Commerce atau yang lebih mudahnya jual-beli secara online. Kegiatan ini membawa Impact yang sangat luar biasa pada dunia jual-beli. Sekarang ini, kita bisa dengan mudahnya membeli atau menjual barang ke luar negeri melalui situs jual beli seperti Amazon, eBay, dan semacamnya.
Kemudahan lain yang didapat yaitu dalam dunia perbankan. Sekarang ini banyak orang yang menggunakan ponsel mereka dalam melakukan transaksi baik jasa, maupun barang. Istilah ini disebut dengan Mobile Banking.


Budaya
Muncul-hilangnya budaya sebagaimana dari efek perkembangan IPTEK sudah menjadi hal yang bisa dibilang pasti dalam proses terjadinya hal itu sendiri. Tekanan terkuat dalam hal ini ialah berubahnya gaya hidup. Di zaman yang serba online ini, masyarakat menumbuhkan segala karsanya pada dunia daring yang akhirnya menjadikannya salah satu dari keharusannya. Kepemilikan ponsel genggam ataupun kendaraan bermotor sekarang ini sudah menjadi kewajiban tersendiri. Pola konsumtif yang semakin kuat mendorong masyarakat agar semakin menggunakan kebutuhan itu sendiri. Terlepas dari semua itu, manfaat baik perkembangan IPTEK itu sendiri juga menjadi katrol yang membantu mengambil air disumur. Informasi bisa dengan mudah didapat, komunikasi menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Baik-buruknya perkembangan IPTEK bergantung pada kita sebagai masyarakat dalam menyikapinya.


Sumber :

https://gaya.tempo.co/read/news/2016/04/07/108760768/pengaruh-media-sosial-terhadap-psikologis-manusia-apa-saja





Kamis, 13 April 2017

BAB 1 PENELITIAN ILMIAH

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Anak terhadap Hasil Belajar Anak
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Orang tua merupakan panutan seorang anak dalam hidupnya karena mereka belajar pertama kali pada orang tua yang terhubung dalam ikatan yang disebut keluarga. Sementara keluarga merupakan kelompok masyarakat kecil yang terbentuk oleh ikatan dua orang dewasa yang berlainan jenis kelamin, wanita dan pria serta anak – anak yang mereka lahirkan. Keluarga sangat berkontribusi dalam memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak, moral dan pendidikan anak. Pembentukan ini terolah secara perlahan dengan yang disebut pola asuh.
Menurut Tarsis Tarmudji (2005 : 1) mengungkapkan bahwa pola asuh orangtua merupakan interaksi antara anak dan orangtua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Mengasuh anak sendiri tentunya merupakan cara yang bisa dibilang beragam karena setiap orang tua memiliki cara dalam mengasuh anaknya, mulai dari yang menuntut anaknya agar harus disiplin, memberikan kebebasan kepada anak, hingga ada yang menganggap anak sebagai teman bermain. Dari berbagai cara asuh tersebut mulailah terbentuknya karakter anak secara perlahan, mulai dari kecil hingga dewasa. Hasilnya pun terkadang sesuai ekspektasi orang tua, maupun diluar ekspetasi orang tua.
Banyak orang tua beranggapan bahwa cara asuh mereka berlaku sama dan yakin membawa keberhasilan belajar pada anak, Namun pada nyatanya, tidak selalu cara asuh mereka berhasil. Banyak faktor juga yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Motivasi anak merupakan faktor penting yang menjadi penentu keberhasilan belajar.
Menurut Uno (2007), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi pada anak berpengaruh besar terhadap kemauan anak dalam belajar anak. Motivasi sendiri terkadang didasari oleh pengaruh-pengaruh tertentu seperti bagaimana kondisi, suasana, atau mood anak. Fasilitas yang disediakan orang tua juga mempengaruhi anak dalam mencapai motivasi untuk kesediaannya dalam belajar.
Selain kedua hal tersebut, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar, diantaranya adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal ialah faktor yang timbul dari dalam anak itu sendiri, yang meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang dating dari luar diri anak yang meliputi faktor sosial seperti lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan kelompok, Berdasarkan masalah diatas, penulis tertarik untuk membahas dan meneliti masalah tersebut lebih lanjut tentang Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Anak Terhadap Hasil Belajar Anak.

B. Rumusan Masalah
             Berdasarkan latar belakang penelitian ini, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah pola asuh orang tua (X1) berpengaruh terhadap hasil belajar anak (Y)?
2. Apakah motivasi anak (X2) berpengaruh terhadap hasil belajar anak (Y)?
3. Apakah pola asuh orang tua (X1) dan motivasi anak (X2) berpengaruh terhadap hasil belajar anak (Y)?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang :
1. Pengaruh pola asuh orang tua terhadap hasil belajar anak.
2. Pengaruh motivasi anak terhadap hasil belajar  anak.
3. Pengaruh pola asuh orang tua dan motivasi anak terhadap hasil belajar anak.
D. Manfaat Penelitian
Diharapkan dalam suatu penelitian dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Manfaat Teoritis
Pada manfaat ini diharapkan karya ilmiah ini dapat memberikan sebuah kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya pengaruh pola asuh orang tua dan motivasi anak terhadap hasil belajar anak
2. Manfaat Praktis.
Dalam hal ini dapat memberikan informasi mengenai pengaruh pola asuh orang tua dan motivasi anak terhadap hasil belajar anak.



Selasa, 14 Maret 2017

Cerita Rakyat

Pengertian
Menurut Djamaris (1993 : 15) mengatakan bahwa cerita rakyat adalah golongan cerita  yang hidup dan berkembang secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Disebut cerita rakyat karena cerita ini hidup di kalangan rakyat dan hampir semua lapisan masyarakat mengenal cerita itu. Cerita rakyat milik masyarakat bukan milik seseorang.
          Sementara pengertian legenda ialah adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklore.
          Dengan demikian, yang membedakan legenda dengan cerita rakyat terletak pada kepercayaan suatu peristiwa itu benar-benar terjadi, walau tanpa bukti yang cukup.

Contoh cerita rakyat : Maling Malin kundang



                                                  Malin jahat.jipegg

         
          Malin kundang bercerita tentang seorang anak yang pergi merantau untuk mengubah nasib dia dan ibunya. Namun setelah sukses merantau menjadi orang kaya, malin menjadi durhaka dan tak mau menganggap ibunya. Ibunya kemudian dengan kekuatan bulan berubah menjadi sailor moon dan menghukum malin mengutuk malin menjadi batu.
          Pesan moral dari cerita ini ialah jangan durhaka terhadap orang tua.




http://olmanperidianxxx.blogspot.co.id/2011/12/pengertian-cerita-rakyat.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Legenda


http://www.lokerseni.web.id/2012/01/cerita-rakyat-maling-kundang.html

Kamis, 12 Januari 2017

Psikoterapi Online

Pengertian
   Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.

Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.

Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli atau konselor kepada individu yang mengalami suatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien (Prayitno dan Erman Amti, 2004). Dibandingkan dengan psikoterapi, konseling lebih berurusan dengan klien yang mengalami masalah yang tidak terlalu berat. Secara umum psikoterepi dan konseling sama-sama membantu klien dalam menyelesaikan masalah kejiawaan, pikiran, atau mental.

Umumnya psikoterapi dan konseling dilakukan secara tatap muka atau Face to Face (FtF). Namun pada saat ini, perkembangan teknologi informasi dibidang kesehatan memungkinkan penyelenggaraan terapi dan konseling melalui format jarak jauh yang dibantu teknologi yang selanjutnya dikenal dengan e-terapi dan e-konseling. E-terapi dan e-konseling meliputi beberapa jenis kontak pribadi dengan terapis yang mengikuti perkembangan klien dan selalu siap untuk menjawab pertanyaan, misalnya melalui email, telepon, atau pertemuan tatap muka yang sedikit terbatas.

Istilah e-konseling berasal dari bahasa inggris yaitu e-counseling (electronic counseling) yang secara singkat dapat diartikan sebagai proses penyelenggaraan konseling secara elekronik atau menggunakan perangakat seperti computer yang terkoneksi dengan internet. Koutsonika (2009; dalam Ifdil, 2013), menyebutkan bahwa konseling online (e-konseling) pertama kali muncul pada tahun 1960 dan 1970 dengan perangkat lunak program Eliza dan Parry.

Kondisi perkembangan internet yang membawa dampak pada pelayanan psikoterapi dan konseling dibuktikan dengan munculnya lebih dari 200.000 website penyedia terapi dan konseling online di seluruh dunia, dengan menyediakan ribuan terapis dan konselor yang siap membantu individu dengan berbagai permasalahannya (Pittu Laungani, 2004; dalam Zadrian dan Frischa, 2013)

Menurut Ifdil (2013), e-konseling cukup efektif jika pemasalahan yang dihadapi membutuhkan penyelesaian dengan segera sementara tidak ada kesempatan atau terkendala jarak untuk tidak dapat melakukan Face to Face. Dan ketika konseling online atau e-konseling dilakukan dengan media yang lengkap (seperti menggunakan video call) dengan didukung tersedianya jaringan internet yang sangat cepat, hal ini hampir sama engan melakukan konseling Face to Face.

Kekurangan e-terapi dan e-konseling diantaranya sangat tergantung dengan dukungan media, jika media yang digunakan tidak bermasalah maka konseling akan mudah dilakukan. Namun, jika terjadi mati listrik, koneksi internet yang terganggu, atau terjadinya kerusakan pada perangkat yang digunakan, maka e-terapi atau e-konseling akan mengalami hambatan, bahkan tidak dapat dilakukan


Sumber :

http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-psikoterapi-,6

http://nursyifafadhila.blogspot.co.id/2014/10/psikoterapi-dan-konseling-melalui.html





Tes Psikologi Online


ipersonic.net
          Website ini menyediakan tes kepribadian secara gratis dengan memberikan empat pilihan pernyataan yang bila dipilih akan mempengaruhi hasil daripada tes tersebut.
Tampilan awal website.


Ada empat langkah alias empat pernyataan yang mana setiap langkah harus memilih salah satu dari dua pernyataan.


Setelah selesai mengerjakan,maka hasilnya akan langsung keluar tipe kepribadian pengguna tes tersebut.


Kelebihan & Dampak positif
      - GRATIS!!!!!!!!(saya suka yang gratis).
     - Memudahkan individu yang ingin mengakses/mencoba tes-tes kepribadian.
     - Dapat menjadi bahan evaluasi diri.

Kekurangan & Dampak negatif
     - Hasil tes tidak bersifat tertutup, karena dapat dilihat orang lain,(bahkan bisa dishare ke sosial media ,kesannya pamer,takabur,riya dll).  
     - Hasil yang kurang akurat karena tidak dilakukan oleh seorang pengawas.
     - Pengguna bisa mengulang tes berkali-kali sampai mendapat hasil yang ia mau walau tak sesuai.


Sumber
ipersonic.net