PTI Dalam Lingkup Intrapersonal 1
Peran Sosial-Individu
dalam Internet
Menurut Edwin P. Holiander, Pengertian
perilaku prososial adalah segala bentuk tindakan positif yang diberikan pada
orang lain tanpa keinginan untuk memperoleh imbalan untuk kepentingan diri
sendiri.Prososial bisa terjadi karena ada nya Empati , Norma sosial dan
Perkembangan Kognisi seseorang dimana perilaku menolong lebih didasarkan,
kepada pertimbangan hasil.Semakin dewasa anak itu semakin tinggi kemampuannya
untuik berfikir abstrak, semakin mampu ia untuk mempertimbangkan usaha atau
biaya yang harus ia korbankan. Untuk perilaku menolong itu jika seseorang
merasa mampu, maka ia cenderung menolong jika seseorang merasa tidak mempu maka
seseorang cenderung utuk tidak menolong. Perilaku prososial mencakup kategori
yang lebih luas yaitu meliputi segala bentuk tindakan yang dilakukan atau
direncanakan untuk menolong dan bermanfaat bagi orang lain, tanpa memperdulikan
motif-motif si penolong. Determinisme teknologi karena melihat teknologi
sebagai besar ‘penggerak dan pengocok’ balik transformasi sosial yang besar
pada tingkat intuisi, interaksi sosial dan kognisi individu.
Dampak Negatif Penggunaan
Internet
Antisosial
Adanya internet dalam kehidupan
sehari-hari dapat membuat kita menjadi anti sosial. Munculnya antisosial ini
dapat ditunjukkan generasi internet lebih banyak menghabiskan waktunya dengan
menjelajahi dunia maya dari pada bersosialisasi di luar. Orang yang kecanduan
menggunakan internet ini biasanya dia akan sibuk dengan dirinya sendiri dan dia
lupa akan kegiatan pergaulan sosialnya diluar. Mengurangi sifat sosial manusia
karena manusia cenderung lebih suka berkomunikasi lewat internet dibandingkan
bertemu secara langsung (face to face).
Perilaku antisosial merupakan perilaku
menentang kepada norma-norma yang sedang berlaku dalam masyarakat dan prilaku
antisosial sebagai perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum yang merujuk pada
perilaku.
Contoh perilaku
antisosial diinternet pada remaja meliputi :
Dalam penggunaan internet
melakukan kegiatan ilegal seperti menjual produk palsu atau bersinggungan
dengan materi pornografi.
Intimidasi oranglain (cyberbullying), misalnya, mendistribusikan
laporan memfitnah terhadap orang tertentu.
Pornografi
Pornografi adalah penggambaran tingkah
laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu
birahi. Seseorang yang cenderung suka membuka situs pornografi sangat sulit
untuk mengendalikan nafsu yang ada didalam dirinya, hal ini bisa saja
menjadikan pergeseran moral. Dan bisa saja melakukan hal yang tidak terkendali
karena nafsu mereka yang sering melihat pornografi sehingga memancing dirinya
untuk melakukan hal yang tidak sepatutnya dilakukan.
Mengakses yang berbau pornografi sangatlah
mudah untuk di dapatkan atau dilihat misalnya dengan membuka youtube kita dapat
membuka atau melihat video porno yang sudah banyak beredar. Di internet pun
kita juga dapat melihat gambar-gambar porno atau gambar yang tidak sewajarnya
untuk dilihat. Bagi anak-anak yang masih remaja membuka atau melihat gambar
ataupun video porno adalah hal yang wajar tetapi dari kewajaran tersebut akan
meyebabkan banyaknya pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur ataupun
remaja, karena mereka mendapatkan pendidikan seks ini dari berbagai sumber yang
menyesatkan terutama yang terdapat di dunia maya.
Gambling
Gambling atau berjudi adalah mainannya setan waktu bosan
menggoda manusia sebuah permainan/taruhan dengan hasil yang tidak pasti dengan tujuan
utama untuk memenangkan uang tambahan atau barang.Sekarang ini banyak sekali
situs-situs perjudian secara daring yang dapat diakses dengan mudah.
Judi....AWWW
Deindividuasi
Menurut Festinger, Pepitone&
newcomb,Deindividuasi adalah keadaan hilangnya kesadaran akan diri sendiri
(self awareness) dan pengertian evaluatif terhadap diri sendiri (evaluation
apprehension) dalam situasi kelompok yang memungkinkan anonimitas dan
mengalihkan atau menjauhkan perhatian dari individu. Bisa dibilang Suatu proses
hilangnya kesadaran individu karena melebur di dalam kelompok atau bisa
dikatakan sebagai pikiran kolektif. Mencakup atas hilangnya tanggung jawab
pribadi dan meningkatnya kepekaan atas tindakan kelompok. Seseorang akan merasa
bahwa dirinyalah yang lebih baik dari orang lain (sombong), dan cenderung tidak
perduli terhadap orang lain.
Sumber
https://marshamarthen.wordpress.com/2016/10/07/pti-dalam-lingkup-intrapersonal-1/
http://putrinadiaanggraeni.blogspot.sg/2016/10/pti-dalam-lingkup-intrapersonal-1.html
http://sitisoleha0110.blogspot.sg/2016/10/pti-dalam-lingkup-intrapersonal-1.html?view=flipcard
Tidak ada komentar:
Posting Komentar