Sabtu, 21 November 2015

Manusia dan Cinta Kasih

Cinta Kasih
   Cinta,tak semua orang dapat menjelaskannya tapi dapat merasakannya.Cinta berarti rasa suka atau rasa sayang terhadap sesuatu.Sementara kasih,berarti cinta kepada sesuatu dengan rasa belas kasihan.Cinta kasih berarti rasa sayang yang disertai rasa kasih.

Unsur,Tingkatan,dan Cinta segitiga
   Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, ada 3 unsur cinta yaitu : 
     Ketertarikan : Rasa tertarik,ingin selalu bersamanya.
     Keintiman : Kedekatan jarak antara sipelaku dan pelaku lainnya.mulai dari  cara berbicara sampai berperilaku didekatnya.
     Kemesraan : Rasa mesra,kangen jika lama tak jumpa,rasa ingin dibelai atau  membelai.

Ketiga hal tersebut dipadukan dalam "segitiga cinta"






ada 3 hubungan percintaan dari segitiga diatas yaitu : 

     Cinta dimana keterikatan lebih kuat dari keintiman dan kemesraan disebut cinta setia
     Cinta dimana Kemesraan lebih kuat dari keterikatan dan kemesraan disebut cinta rayuan.
      Cinta dimana keintiman lebih kuat dibandingkan keterikatan dan kemesraan disebut cinta saudara.

Cinta menurut Agama Islam

  Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama, tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan. Di satu pihak ada yang mengatakan, cinta di dengungkan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di pihak lain ada juga yang mengatakan dalam praktik kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan.
Cinta menampakkan di dalam kehidupan manusia dalam berbagai bentuk, kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri, kadang-kadang seseorang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya allah dan rasulnya, berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur'an.

Sebagai mana dalam Surat Az-Zariyat,ayat 49,


وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (Az-Zariyat: 49)

Kasih Sayang
   Singkatnya,kasih sayang itu berupa perasaan cinta,sayang.Kasih sayang yang paling pekat berasal dari orang tua,macamnya yaitu :

     Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
Orang tua memberikan kasih sayang baik moral dan materiil sebanyak-banyaknya. Sang anak hanya menerima dan tidak memberikan respon. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi takut, kurang berani, dan tidak dapat menyampaikan pendapatnya dalam masyarakat.

·         Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
Disini, anak yang memberikan kasih sayang kepada orang tua, namun orang tua hanya mendiamkan dan tidak membalasnya.

·         Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Orang tua hanya memenuhi kebutuhan materi saja. Tingkah laku sendiri-sendiri dan tidak saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin karena tidak adanya kasih sayang antara orang tua dan anak.

·         Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang, sehingga mereka dapat saling menyayangi, menghargai dan saling membutuhkan.

Macam kasih sayang dan cinta

Erich Fromm dalam bukunya “Semi Mencintai” mengemukakan tentang adanya macam – macam cinta, yaitu :
    Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta Persaudaraan tidak mengenal adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.

    Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya

    Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dari diri sendiri. Cinta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.

    Cinta terhadap Tuhan.

Kemesraan
   Kemesraan berarti erat atau karib,dengan demikian,kemesraan dapat diartikan dengan hubungan yang erat dengan orang lain.


KEMESRAAN

Janganlah kau berlalu.
Tinggalkan aku sepi sendiri.
Biarkan aku dama bersamanya.
Merasakan cinta sesungguhnya.

Kemesraan ...
Datanglah malam ini.
Kembali melepas rindu.
Satukan asaku asanya.
Bercerita tentang cinta.

Kemesraan ...
kutulis puisi ini.
Kupersembahkan padamu.
Walau tak indah syair puisiku.
Inilah gubahan hatiku mengingatkan padamu.
Jangan lupakan aku.

Akankah tercipta kembali.
Kemesraan kita ...
Kebersamaan kita ...
Hari seindah dulu ...

Tiada nama seharum namamu kau adalah tahta hatiku.



Pemujaan
   Pemujaan ialah salah satu bentuk cinta kepada Tuhan.Diwujudkan dan dilakukan dalam bentuk ritual dengan gerakan atau ucapan tertentu.Contoh dari pemujaan yaitu seperti Sholat.

Belas Kasih
   Lebih seperti kepedulian terhadap seseorang terhadap orang lain.Cara berbelas kasih ialah dengan bersimpati dan berempati terhadap orang lain.

Cinta Kasih Erotis
   Berbeda dengan cinta kasih kesaudaraan dan cinta kasih keibuan,cinta kasih ini berasal dari penyatuan lain.Terkadang berasal dari nafsu fisik,namun terkadang berasal dari perasaan yang mendalam.





http://hadidwicahyadi.blogspot.co.id/2012/10/a.html

http://setogalih911.blogspot.co.id/2015/04/tugas-iii-manusia-dan-cinta-
kasih.html

http://kanjengpanseria.blogspot.co.id/2012/01/kemesraan.html














Senin, 09 November 2015

Manusia dan Keindahan

Keindahan
   Indah berarti enak dilihat,cantik,elok.Keindahan adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya.

Keindahan Sebagai Suatu Kualitas Abstrak Dan Sebagai Sebuah Benda Tertentu yang Indah

Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak (Beauty as an abstract quality) menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic di mana sang pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan tidak sesuai dengan realita. Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk dalam yang keindahan di mana keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa yang dipahaminya.
Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah keindahan yang memiliki konsep pemahaman dan nilai yang berbeda dengan kualitas abstrak di mana benda yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu yang mewakili keindahan secara umum dan dapat dengan mudah diterima maupun dipahami oleh masyarakat.
Contoh keindahan dalam bentuk benda:
Secara alami : Manusia menaruh rasa kagum atas keindahan alam yang merupakan ciptaan dari  Yang Maha Kuasa.
Buatan tangan : Karya seni yang memiliki nilai estetika yang dapat dinilai oleh manusia.
Menurut cakupan orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita yang abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Dalam pembatasan filsafah kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :
a) keindahan dalam arti yang luas
b) keindahan dalam arti estetis murni


c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan


Keluasan Keindahan

Dibagi menjadi 4 yaitu : Keindahan Seni, Keindahan Alam, Keindahan Moral, Keindahan Intelektual.

   Keindahan seni

 Keindahan seni adalah keindahan yang tercipta dari hasil karya seseorang tehadap seni. Seni sering sekali menjadi penghubung keindahan agar bisa dinikmati oleh pengamat objeknya. Seseorang paling dominan menikmati keindahan itu lewat seni.

   Keindahan alam

Keindahan alam adalah keindahan yang sudah ada di alam sekitar kita. Keindahan yang ada bisa dinikmati oleh penglihatan kita.

   Keindahan moral

Keindahan moral adalah keindahan yang tercipta dari tingkah laku dan perilaku kita sehari-hari.

4.      Keindahan intelektual

keindahan intelektual adalah pemikiran yang indah berdasarkan ilmu pengetahuan. Tulisan ini bukanlah mencari pengertian mengenai kata keindahan intelektual.

Nilai Estetik


Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat  pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.

Apa sebab manusia menciptakan keindahan ?
Tata nilai yang telah usang
Kemerosotan zaman
Penderitaan Manusia
Keagungan Tuhan

Membedakan nilai ektrinsik dan intrinsik

 Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.

* Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri.
Sebagai contoh :  Puisi. Bentuk puisi yang terdiri dari bahasa,diksi baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda ) puisi itu disebut nilai instrinsik. Tarian damarwulan Minakjonggo merupakan nilai ekstrinsik, sedang pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.

Kontemplasi dan Ekstansi

   Kontemplasi berarti
dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
     Ekstansi berarti
dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

Teori renungan
   Renungan berarti diam memikirkan sesuatu secara mendalam dan mendetail.

  
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain :


1.     Teori pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic”. Beliau antara lain menyatakan bahwa “art is expression of impressions” (Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud sebagai gambaran angan-angan seperti misalnya images wama, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.

2.      Teori metafisik
Teori semi yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan rnetafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (timan) dari realita duniawi Sebagai contoh Plato mengemukakan ide Ke-ranjangan yang abadi dan indah sempurna ciptaan Tuhan. Kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang merupakan ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhirnya seniman meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara Republik yang ideal menurut Plato.

3.      Teori psikologis
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903).



Teori Keserasian
  
  Serasi berarti sepadan,sejajar,keharmonisan,cocok satu sama lain.

Teori keserasian dalam menciptakan seni dibagi 2 yaitu :

   Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Yang menjadi masalah ialah ciri-ciri khusus manakah yang memnuat sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetik, salah satu jawaban yang telah diberikan selama berabad-abad ialah perimbangan antara bagian-bagian dalam benda indah itu. Pendapat lain menyatakan bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhnya asas-asas tertentu mengenai bentuk pada sesuatu benda. Pendukung teori objectif adalah Plato dan Hegel.


   Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada penerapan dan si pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh sesuatu pengalaman estetik sebagai tanggapan terhadap benda indah itu. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry dan Edmund Burke.




Sumber :


http://dinasti-informasi.blogspot.co.id/2015/04/manusia-dan-keindahan.html
http://hendrowidodo46.blogspot.co.id/2011/06/keindahan-sebagai-suatu-kualitas.html


Manusia dan Penderitaan

Penderitaan
    berasal dari bahasa sansekerta yaitu derita yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.Contohnya seperti kehilangan orang yang disayangi,jatuh miskin dan lain-lain.

Siksaan
   Penciptaan rasa sakit mulai dari tubuh sampai jiwa/hati.Dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.Siksaan yang bersifat Psikis yaitu : Ketakutan,Kesepian,dan kebimbangan.

    Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya, ia akan cepat mengambil suatu keputusan, sehingga kebimbangan akan cepat dan dapat diatasi.

    Kesepian dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Untuk mengalahkan rasa kesepian, orang perlu mencari kawan yang dapat diajak untuk berkomunikasi.

   Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.


Penyebab Phobia
     Banyak faktor penyebab phobia,namun yang paling sering terjadi diantaranya yaitu : pengalaman yang tak mengenakan,trauma,shock dan lainnya.

Kekalutan Mental

Gejala-gejala permulaan bagi orang yang mengalami kekalutan mental:

     Nampak pada jasmani yang sering mengalami pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada lambung

.       Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah


Sebab timbulnya kekalutan mental:
-           Kepribadian yang lemah
-           Terjadinya konflik sosial budaya
-           Cara pematangan batin
     
     
Proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah:
     Positif. Misalnya melakukan solat tahajut pada malam hari.
     Negatif. Mengalami frustasi dengan bentuk-bentuk sebagai berikut:
·         Agresi
·         Regresi
·         Fiksasi
·         Proyeksi
·         Identifikasi
·         Narsisme
·         Autisme


Hubungan Penderitaan dengan Perjuangan

Setiap manusia yang ada di dunia ini pasti akan mengalami penderitaan, baik yang berat maupun yang ringan. Penderitaan adalah bagiuan kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena tergantung kepada manusia itu sendiri bisa menyelesaikan masalah itu semaksimal munkgin apa tidak. Manusia dalah makhluk berbudaya, dengan budaya itulah ia berusdaha mengatasi penderitaan yang mengancam hidupnya atau yang dialaminya. Hal ini bisa mebuat manusia kkreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau berada di sekitarnya.

Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, tetapi juga harus merasakan penderitaan. Manusia juga harus optimis tiap mengalami penderitaan tersebut. Katena penderitaan sebagaimana halnya hanya sebagai ujian dari yang Maha Kuasa.

Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya untuk meneruskan kelangsungan hidup. Caranya manusia terssebut harus berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada dan disertai doa kepada Tuhan supaya kita bisa terhindar dari segala bahaya dan malapetaka. Manusia hanya berencana tetapi Tuhan juga yang menentukan. Kelalaian manusia bisa menjadi sumber dari segala penderitaan tersebut. Penderitaan yang terjadi selasin dialami sendiri ole orang yang bersangkutan, tetpi juga bisa dialamai oleh orang lain. Penderitaan juga bisa terjadi akibat kelalaian orang lain atau penderitaan orang lain.

       Penderitaan dan Sebab-sebabnya
    Diperinci sebagai berikut:
1            Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia
              Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan


Pengaruh Penderitaan

                Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-maca, dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap yang positif dan negatif.

                Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu hanya bagian dari kehidupan.

Penderitaan, Media Masa dan Seniman

                Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan.

Sumber :

       http://strataway10.blogspot.co.id/2014/11/ringkasan-materi-bab-6-ilmu-budaya.html
       http://grealdairene.blogspot.co.id/2014/12/tugas-ilmu-budaya-dasar-3-manusia-dan.html