PTI Interpersonal 2
Psikologi Ketertarikan Interpersonal dalam Internet
Dalam berinternet para netter/netizen diberikan banyaknya fitur
internet seperti surel, chatting, gaming, serta jejaring sosial. Dalam
menggunakan fitur tersebut kita biasanya tidaklah sendiri, melainkan kita
bertemu netter/netizen lain baik secara langsung maupun tidak langsung dan karena hal tersebut
muncullah komunikasi diantara para netter karena desakan kebutuhan manusia
seperti kebutuhan akan aktualisasi diri dan kebutuhan akan eksistensi orang
lain. Dari komunikasi itulah timbul ketertarikan antara netter satu dengan
lainnya seperti seorang gamer yang menjagokan karakter buatan orang lain yang
jauh lebih kuat dari karakter game yang ia buat, atau seorang pengguna jejaring
sosial yang tertarik dengan lawan jenis setelah melihat gambar profil orang
lain yang dianggapnya menarik, bahkan dengan fitur teleconference yang juga
disediakan dalam berinternet menambah peluang terjadinya ketertarikan antara
netter satu dengan lainnya.
Hambatan Psikologi dalam Interpersonal-Online Relation
Sejalan berkembangnya ketertarikan interpersonal dalam internet
muncullah suatu hubungan seperti pertemanan, murid-guru,
kelompok, hubungan kerja, bahkan hubungan kekasih. Namun dalam berjalannya
hubungan tersebut tidak sepenuhnya lancar jaya nan aman, bahkan ada beberapa
kejadian dimana suatu hubungan harus hancur karena beberapa hal yaitu :
Identitas Palsu,Hode dalam dunia maya seorang netter dapat
menggunakan identitas palsu seperti identitas palsu yang dibuat seseorang
pada akun sosial medianya, atau bisa juga orang tersebut memalsukan sebagian
statusnya seperti seorang yang telah menikan memasang status single pada sosial medianya untuk mencari perhatian orang lain atau memudahkannya mencapai
sesuatu.
Kurang Terjaminnya Komitmen, setiap hubungan dibutuhkan adanya
komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat
mengikat. Dalam dunia maya seseorang bisa saja berjanji dan kemudian menghilang begitu saja tanpa jejak dan melupakan semua kesepakatan seperti pada kegiatan
jual beli online sering terjadi penipuan dimana korban telah menyetor uang
tetapi barang tidak dikirim atau sebaliknya, dan kemudian penjual atau pembeli
yang belum memenuhi janjinya itu menghilang ditelan kegelapan.
Kurang Berlakunya Norma dan Etika, sering jika anda berkunjung
ke situs tertentu seperti berita online (yahoo,kompas,okezone/dan lainnya) dimana situs tersebut memberikan informasi tentang suatu
hal mengenai suatu agama, ragam, atau suku maka biasanya anda akan menemui
komentar-komentar yang diketik dengan sembarangan eksplisit dimana pada komentar tersebut
menjelek-jelekkan suatu RAS, baik komentar pro ataupun kontra.
Perilaku Negatif dalam Interpersonal Online-Relation
Selain adanya hambatan dalam terjalinnya hubungan di dunia maya
di dalamnya juga terdapat beberapa perilaku negatif seperti :
Cyber Cheating, atau perselingkuhan yang terjadi di internet
dapat terjadi ketika seseorang yang telah memiliki pasangan memiliki hubungan
yang dekat pula dengan orang lain. Misalkan seorang istri memiliki akun
jejaring sosial dimana mantannya masih terdaftar dalam daftar temanya dan
selama ini dia sering chatting dengan kata-kata mesra dan menggoda dengan
mantannya itu, maka hal tersebut dapat dikatakan dengan cyber-cheating.
Cyber Flirting, atau merayu yang dilakukan dalam dunia maya.
cyber flirting adalah suatu hal yang umum yang terjadi di jejaring sosial
bahkan game. Namun dalam terjadinya banyak terjadi ketidak amanan yang
membuatnya dikategorikan sebagai perilaku negatif, contohnya adalah dalam cyber
flirting orang bisa menggunakan bahasa yang tidak pantas, ditambah lagi jika
dalam terjadinya terdapat kepalsuan identitas maka semakin menjadi perilaku
negatif cyber flirting tersebut.
Salah satu cara terhidar dari Cyber Flirting
Atau......
Perilaku negatif yang menimbulkan sikap SARA,Kurang adanya norma
dan etika ketika kita berkomunikasi bisa saja menimbulkan ucapan atau sikap
yang antinya akan merujuk kepada arah yang menjelekkan suku, agama, atau ras.
contoh : debat difacebook tentang suatu hal yang sebenarnya tak perlu didebatkan.(gambar terlalu "menyerang" sehingga tidak bisa ditampilkan.Apabila bersikeras ingin melihat,bisa mengetik di keyword google : debat dalamfacebook,kemudian pilih bagian image)
Computer Supported Cooperative Work
CSCW pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman
pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik
dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. CSCW mengangkat
isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya
dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan
groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud
nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai
kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang
timbul baik secara psikologi maupun sosial.
Dengan CSCW maka groupware dapat dimaksimalkan dengan kakas dan
teknik yang dikembangkan oleh CSCW tersebut. Sehingga sistem kerja kelompok
yang terkoneksi internet bisa dimaksimalkan serta dicari pengembangannya lebih
lanjut.
Sumber
http://afiantika.blogspot.com/2012/11/perilaku-negatif-dalam-interpersonal.html
https://deathneverlost.wordpress.com/2012/11/18/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-interpersonal/



