Sastra,Seni dan IBD
Sastra,atau lebih dikenal dengan seni bahasa.Sastra merupakan salah satu bidang seni yang paling populer diantara banyak seni-seni lain.Lalu apa hubungannya dengan budaya?tentu,Budaya yang kuat juga harus disertai dengan budaya sastra yang kuat.Peranan sastra juga sangat luas,mulai dari alat komunikasi,sebagai media hiburan,dan lain-lain.
Prosa dan IBD
Prosa adalah suatu bentuk cerita.Berbeda dengan puisi,prosa tidak terkait oleh rima dan irama.Jenis prosa dibagi 2 yaitu prosa lama dan prosa baru.
Komponen prosa lama
Hikayat : Cerita mengenai suatu tokoh tentang kesaktian/kehebatan tokoh tersebut.Contoh Hikayat yang terkenal ialah hikayat Hang Tuah.
Fabel : Cerita yang menggunakan binatang sebagai tokoh utamanya.
Legenda : Cerita yang dianggap benar-benar terjadi.biasanya mengaitkan sejarah.
Folklore : Cerita rakyat yang menjadi ciri khas suatu daerah.
Tambo : Suatu cerita yang menceritakan asal-usul suku bangsa.
Komponen prosa baru
Novel : Karya fiksi yang tertulis dan naratif.biasanya dalam bentuk cerita.
Cerpen : Cerita pendek yang kurang dari 10.000 kata.
Roman : Cerita yang mengisahkan tokoh utama dari awal sampai akhir hayat.
Resensi : Bacaan tentang ulasan ulang suatu buku/film yang diresensi.
Esai : Ulasan sepintas mengenai suatu masalah,ditambah pendapat dari si penulis.
Nilai dalam Prosa fiksi
1.Prosa fiksi
memberikan kesenangan
Dalam nilai ini
pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri kejadian yang
dikisahkan. Pembaca juga dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal
tempat-tempat atau tokoh yang diceritakan.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Dalam nilai ini kita mendapatkan informasi yang tidak ada di
ensiklopedi, kita dapat belajar sesuatu yang lebih dari sejarah atau laporan
jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga
kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
3. Prosa Fiksi
memberikan warisan kultural
Dalam nilai ini prosa fiksi dapat menstimulasi imajinasi,
dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan
budaya bangsa.
4. Posa fiksi
memberikan keseimbangan wawasan
Dalam nilai ini lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai
kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga
memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau
rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam
kehidupan sehari-hari.
Karya Sastra
Prosa,Berbentuk cerita untuk menghibur atau mengisi waktu luang.
Puisi,memiliki unsur sajak,bait,dan keindahan kata.
Contoh Prosa : Cerpen
Cuma Mimpi
karangan : Anwar Suradi
Semalam aku bermimpi lagi. Mimpi yang penuh misteri. Rasanya
aku berada di 2500 tahun yang lalu. Dalam mimpi itu aku melihat seorang lelaki
yang berada di atas sebuah bukit. Lelaki hitam yang berbaju hitam sedang
menunggang kuda hitam. Ketika itu senja hari. Matahari terus beranjak menuju
peraduannya. Lelaki itu memandangku dengan tampang yang menyeramkan. Matanya
tajam bagai singa yang siap menerkamku. Ku perhatikan dia dengan seksama.
Perlahan dia bergerak menuju ke arahku. Menyadari hal ini aku pun pasang kuda-kuda
lalu berlari sekencang-kencangnya.
Bayangkan. Dia berkuda sementara aku hanya bermodal dua
kaki, tentu dengan mudah dia bisa menyusulku. Tapi tidak! Aku adalah pelari
ulung. Dengan kecepatan 60 km per jam aku mampu mendahuluinya hingga melewati
tiga gunung. Terus ku berlari tanpa sedikit pun ingin menoleh ke belakang.
Dengan napas terengah-engah aku berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.
Memastikan bahwa dia tidak menyusulku lagi. Belum ada tanda-tanda dia akan
menyusul. Maka aku pun beristirahat sejenak. Bersandar pada sepotong kayu tua
yang tertancap tegak.
Tiba-tiba.. GUBRAAKK!! Aku jatuh terbaring. Kayu itu sudah
sangat rapuh. Ternyata kayu itu salah satu tiang bekas reruntuhan bangunan tua.
Konon, bangunan ini adalah rumah seorang seniman yang menjauh dari keramaian.
Sedang asyiknya aku melihat-lihat reruntuhan itu, terdengar derap langkah kaki
kuda. Dia datang lagi! Aku pun langsung berlari menjauh. Tapi.. braak!!!
bruukkk!! Lagi-lagi. Aku terperosok ke dalam lubang rahasia di tengah-tengah bekas
reruntuhan. Lubangnya lumayan dalam, sekitar 3 meter. Tidak mungkin bagiku
untuk naik lagi ke permukaan. Ku pandangi sekeliling, remang-remang ku sadari,
RUANG BAWAH TANAH. Aku melangkah menyusuri lorong di ruang bawah tanah
tersebut.
Whuuusshhh!!! Aaaa!!! Lelaki itu!!!
Dia mendekat sambil berlari. Kudanya tertinggal di luar.
Larinya lumayan kencang juga. Hampir saja aku kewalahan dan putus asa.
Sementara dia terus mengejarku. Kini aku berada di persimpangan dua lorong. Aku
bingung, pilih kanan atau kiri. Tengah kebingungan dia mulai mendekat lagi.
Langsung aku pilih lorong yang kanan. Terus berlari. Panjang sekali lorongnya,
seolah tak berujung. Setelah jauh berbelok-belok di dalam lorong. TRAAANG!! ke
luar ke tempat terbuka, yaitu labirin! Aduh, apalagi ini? Bagaimana aku bisa ke
luar? Tamatlah aku!! Kembali ke belakang tak mungkin, ada dia. Lagian gak ingat
lagi kelok-kelok lorongnya.
Terpaksa masuk labirin. Mutar-mutar, keliling-keliling
mencari jalan ke luar. Di sudut lain dalam labirin, lelaki tadi juga melakukan
hal yang sama. Pelan-pelan aku terus berusaha mencari jalan ke luar. Tapi kok
kembali ke tempat semula? Saat itu berkelebat bayangan seseorang. Aku berbalik
arah mencoba jauh darinya. Terus lagi mencari jalan ke luar. Dan.. Aaaaa!!! dia
melihatku! Wadaw!! Lari!!
Untungnya ini adalah labirin. Dia pun menghilang lagi. Ku
coba lagi, lagi-lagi ku coba untuk mencari jalan ke luar. Kalau ku perhatikan,
labirin ini berbentuk heksagonal raksasa. Dindingnya adalah tanaman liar
berduri yang hidup dengan rapat satu sama lain. Labirin ini sungguh membuatku
pusing. Eee… lagi-lagi dia melihatku. Kali ini dia terus mengejarku dan semakin
dekat saja jaraknya, hingga aku terdesak di jalan buntu.
Deg-deg-deg. Detak jantungku tak karuan. “Bagaimana lagi
nih?” gumamku dengan perasaan kalut plus takut.
Dia muncul di depanku dan perlahan mendekat. Dengan raut
wajah sinisnya dia terus mendekat. Tubuhku menggigil gemetaran. Gigi-gigiku
gemelutukan bagai suara mesin traktor. Lututku bergetar bagai tanah diguncang
gempa 10 SR. Di tengah kondisi yang tak karuan itu aku hanya bisa berharap agar
aku diteleportasi saja.
Cling!! whiisshh!! whiisshh!! Wuzzz!!! Benar, aku
diteleportasi. Tapi, aku heran. Kok orang rame sekali di sekelilingku. Apa yang
terjadi? Hah? Ruang konferensi pers? Apa iya?
“Mas Andrea, tolong tanda tangannya dong,” ucap seseorang
yang membuyarkan keherananku.
“i..i..ya..” kataku gugup.
“Mas Andrea kini jadi bintang ya..” ledek yang lain.
“Jadi bintang? Bintang apa? Tadi kan aku di labirin dan hari
hampir gelap. Kenapa sekarang bangunannya sudah berubah?” gumamku.
Cklik! Cklik! Aku terus-terusan dipotret banyak orang.
Nampaknya ini penghujung 2013! Dan aku? Bakal jadi bintang atau memang
bintang?! Belum habis keherananku itu, tiba-tiba lelaki yang tadi mengejarku
muncul. Whuaaa!!! “Tolong!! tolong!! tolong!!”
“Mas.. Mas.. Mas Andreaa!!!! Banguuunnn!!!” teriak adikku
tepat di samping telingaku.
“tolong…” kataku lirih.
“Tolong apaan? Dari tadi teriak-teriak minta tolong kayak
orang kesurupan. Kirain ada gerangan apa yang terjadi padamu. Mimpi buruk ya?”
tanyanya dengan menahan tawa.
“Emm.. gak apa-apa kok.. syukurlah cuma bunga tidur,”
jawabku sambil berusaha menenangkan diri.
Aku dapati diriku sudah ada di kamar. Ku pandangi seisi
kamar. Wallpaper kamarku bertema alam bebas. Nampak juga poster bergambar koboi
yang sedang menunggang kuda sambil memutar-mutar laso di tangannya. Pandanganku
tertahan pada sebuah papan, papan yang ku gunakan untuk menempel
catatan-catatan penting. Ku baca: “DL menulis novel tinggal 35 hari lagi!!”
“Alamak!! Harus buruan nih…”
IBD dengan Puisi
Puisi ialah suatu karya sastra yang mementingkan keindahan bahasa dan kata dalam syair.
Kreativitas penyair dalam membuat puisi
1. Figura
bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora,
perbandingan, alegori, dsb sehinggga puisi menjadi segar, hidup menarik dan
memberi kejelasan gambaran angan.
2. Kata-kata yang ambiquitas yaitu
kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3. Kata-kata yang berjiwa yaitu
kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman
jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4. Kata-kata yang konotatif yaitu
kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi
tertentu.
Penyajian puisi dalam IBD
Sebagai budaya dasar,sudah semestinya kita belajar kebudayaan lewat kesastraan salah satunya puisi
Sebagai nilai-nilai yang bermanfaat bagi bagi manusia dan lingkungannya.
Contoh Puisi Kotemporer
Belajar Membaca
Karya : Sutardji Calzoum Bachri
Kakiku luka
Luka kakiku
Kakikau lukakah
Lukakah kakikau
Kalau kakikau luka
Kakiku luka
Lukakaukah kakiku
Kalau lukaku lukakau
Kakiku kakikukah
Kakikaukah kakiku
Kakiku luka kaku
Kalau lukaku lukakau
Lukakakukakiku lukakakukakikaukah
Lukakakukakikaukah lukakakukakiku
http://sisyfasyfa4.blogspot.co.id/2011/04/komponen-prosa-lama-dan-komponen-prosa.html
http://coretan-mahasiswa12.blogspot.co.id/2012/03/komponen-dalam-prosa-baru.html
http://mengerjakantugas.blogspot.co.id/2009/06/hikayat-hang-tuah.html
https://awulans.wordpress.com/about/puisi/
http://natashaerinia.blogspot.co.id/2013/11/nilai-nilai-dalam-prosa-fiksi.html
http://coretan-mahasiswa12.blogspot.co.id/2012/03/kreativitas-penyair-dalam-membangun.html